RealEstat.id (Jakarta) – Musim hujan bukan hanya soal menyiapkan payung dan jas hujan. Bagi pemilik rumah, datangnya hujan juga menjadi waktu yang tepat untuk memastikan kondisi bangunan tetap aman, nyaman, dan bebas dari masalah seperti kebocoran, rembesan, hingga genangan.
Pasalnya, sejumlah kerusakan rumah justru baru terlihat ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Atap yang tampak baik saat cuaca cerah, misalnya, bisa saja menyimpan celah kecil yang menjadi jalan masuk air.
Karena itu, pemeriksaan rumah sebelum musim hujan sebaiknya tidak hanya berfokus pada bagian yang terlihat jelas.
Ada sejumlah titik yang kerap luput diperiksa, padahal memiliki peran penting dalam melindungi rumah dari air hujan.
Berikut beberapa bagian rumah yang sebaiknya masuk dalam checklist sebelum musim hujan tiba.
Baca Juga: Waspadai Bahaya Listrik Saat Banjir, Ini Langkah Proteksi Hunian yang Perlu Diperhatikan!
1. Talang Atap
Talang menjadi salah satu bagian yang paling penting untuk diperiksa. Daun kering, ranting, lumpur, dan berbagai kotoran dapat menumpuk sehingga menghambat aliran air.
Jika dibiarkan, air hujan bisa meluap dan merembes ke bagian atap, plafon, bahkan dinding rumah.
Pastikan talang bersih dan tidak mengalami keretakan. Periksa pula sambungan talang dan arah aliran air menuju pipa pembuangan.
2. Nok dan Sambungan Atap
Pemilik rumah sering kali hanya melihat kondisi genteng dari bawah. Padahal, area nok dan sambungan atap juga berpotensi menjadi titik masuk air.
Periksa apakah terdapat bagian yang retak, bergeser, atau mengalami kerusakan pada lapisan penutupnya. Jika ditemukan masalah, sebaiknya segera diperbaiki sebelum hujan deras datang.
Baca Juga: Cara Bikin Rumah Nyaman jadi Tempat Staycation Saat Musim Hujan, Nomor 5 Wajib Kamu Lakukan!
3. Plafon
Noda kecokelatan, cat yang mengelupas, atau plafon yang terlihat menggelembung jangan dianggap sebagai persoalan kosmetik semata.
Tanda tersebut dapat mengindikasikan adanya rembesan atau kebocoran dari bagian atas rumah. Semakin cepat sumber masalah ditemukan, semakin kecil kemungkinan kerusakan meluas.
4. Dinding Eksterior
Retakan kecil pada dinding luar rumah terkadang tidak terlalu diperhatikan. Padahal, celah tersebut dapat menjadi jalur masuk air ketika hujan turun.
Periksa terutama dinding yang langsung berhadapan dengan area luar. Selain retakan, perhatikan pula cat yang menggelembung, mengelupas, atau munculnya bercak lembap.
Baca Juga: Tips Mencuci Pakaian Saat Musim Hujan: Cepat Kering dan Tidak Bau Apek!
5. Seal pada Jendela dan Pintu
Air hujan tidak selalu masuk dari atap. Celah pada jendela dan pintu juga dapat menjadi sumber rembesan.
Periksa kondisi karet atau seal di sekitar kusen. Jika sudah getas, rusak, atau tidak lagi menutup rapat, sebaiknya segera diganti.
Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah air masuk ke dalam rumah ketika hujan disertai angin kencang.
6. Floor Drain Kamar Mandi
Bagian ini sering luput dari perhatian karena berada di area yang sehari-hari memang bersentuhan dengan air.
Pastikan floor drain tidak tersumbat rambut, sabun, lumpur, atau kotoran lainnya. Saluran yang tidak lancar dapat menyebabkan air menggenang dan meningkatkan kelembapan di dalam rumah.
Baca Juga: Tips Renovasi dan Memperbaiki Rumah di Musim Hujan
7. Drainase Halaman
Kondisi drainase di sekitar rumah juga perlu diperiksa sebelum musim hujan.
Pastikan tidak ada sampah atau endapan tanah yang menghambat aliran air. Perhatikan pula apakah terdapat titik halaman yang mudah tergenang.
Jika air dari halaman justru mengalir menuju rumah, kondisi tersebut perlu segera diperbaiki untuk mengurangi risiko genangan masuk ke bangunan.
8. Instalasi Listrik di Area Luar
Instalasi listrik yang berada di luar rumah perlu mendapatkan perhatian khusus saat musim hujan.
Periksa lampu taman, kabel, stopkontak luar ruangan, hingga sambungan listrik yang berada dekat sumber air. Pastikan semuanya terlindungi dan tidak terdapat kabel terbuka.
Jika ditemukan kerusakan pada instalasi listrik, sebaiknya gunakan jasa teknisi yang kompeten untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan.
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Dinding Rembes Saat Musim Hujan, Ampuh!
9. Pohon dan Dahan di Sekitar Rumah
Hujan yang disertai angin kencang dapat meningkatkan risiko patahnya dahan atau tumbangnya pohon.
Karena itu, periksa pohon yang berada dekat rumah, terutama dahan yang sudah mati, rapuh, atau terlalu dekat dengan atap dan jaringan listrik.
Pemangkasan sebelum musim hujan dapat menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kerusakan.
10. Pompa dan Saluran Pembuangan Air
Bagi rumah yang menggunakan pompa air untuk membantu mengatasi genangan, pastikan perangkat tersebut berfungsi dengan baik.
Cek kondisi pompa, selang, pipa, dan sumber listriknya. Jangan sampai perangkat baru diketahui bermasalah ketika air sudah mulai menggenangi halaman atau bagian rumah.
Baca Juga: Cara Mengatasi Atap Rumah yang Bocor Ketika Hujan Lebat
Jangan Menunggu Rumah Bocor
Persiapan menghadapi musim hujan pada dasarnya tidak membutuhkan langkah yang rumit. Yang terpenting adalah melakukan pemeriksaan lebih awal dan tidak mengabaikan kerusakan kecil.
Talang yang tersumbat, seal jendela yang rusak, retakan dinding, atau saluran drainase yang tidak lancar mungkin terlihat sebagai masalah sederhana.
Namun, jika tidak ditangani, masalah tersebut dapat berkembang menjadi kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan lebih besar.
Karena itu, sebelum hujan semakin sering turun, luangkan waktu untuk memeriksa bagian-bagian rumah yang kerap luput dari perhatian.
Rumah yang siap menghadapi musim hujan bukan hanya rumah yang bebas bocor, tetapi juga rumah yang memiliki sistem drainase baik, sirkulasi udara yang memadai, instalasi yang aman, serta bangunan yang terawat secara menyeluruh.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








