RealEstat.id (Jakarta) – Menghitung perkiraan biaya renovasi atap rumah per meter persegi (m2) akan memudahkan kamu dalam menyusun anggaran. Mari baca ulasannya berikut ini.
Seiring dengan usia bangunan, atap rumah rentan mengalami kerusakan, seperti bocor atau rangka yang lapuk lantaran perubahan cuaca ataupun dimakan rayap.
Ketika muncul masalah pada atap rumah, maka tindakan renovasi bisa menjadi solusi agar kerusakan tidak merembet ke bagian bangunan lainnya.
Renovasi atap rumah butuh biaya berapa?
Melansir laman Mitra 10, biaya renovasi atap umumnya berada berkisar Rp250.000-Rp750.000 per meter persegi, tergantung luas atap, material, kondisi rangka, serta tingkat renovasi.
Baca Juga: Jenis-jenis Material Atap Rumah: Kelebihan, Kekurangan, dan Cocok untuk Lokasi Seperti Apa?
Estimasi Biaya Renovasi Atap Rumah per Meter
Besaran biaya renovasi bisa berbeda antara satu rumah dan lainnya.
Sebagai gambaran, berikut estimasi biaya berdasarkan jenis pekerjaan. Situs berita properti mengutipnya dari berbagai sumber, termasuk Globalcometal indonesia.
- Ganti genteng saja Rp100.000-Rp200.000/m²
- Ganti rangka kayu Rp200.000-Rp350.000/m²
- Ganti rangka baja ringan Rp250.000-Rp450.000/m²
- Renovasi atap total Rp400.000-Rp750.000/m²
Harga tersebut merupakan estimasi dan dapat berubah berdasarkan jenis material, tingkat kerusakan, desain atap, lokasi rumah, serta ongkos tukang.
1. Biaya Ganti Atap Rumah dengan Baja Ringan
Mengganti rangka kayu dengan baja ringan menjadi salah satu pilihan yang banyak dipertimbangkan saat renovasi.
Material ini relatif ringan, tidak mudah terserang rayap, dan pemasangannya dapat dilakukan lebih cepat jika dikerjakan oleh tenaga berpengalaman.
Baca Juga: Harga Baja Ringan Per Batang Terbaru 2026 Berdasarkan Ketebalan dan Jenis Profil
Untuk rangka baja ringan saja, biaya pemasangan dapat berada di kisaran Rp150.000-Rp350.000 per m².
Jika ditambah penutup atap dan tenaga kerja, total anggaran dapat mencapai sekitar Rp400.000-Rp600.000 per m².
Sebelum mengganti rangka, sebaiknya pemilik rumah meminta tukang atau kontraktor memeriksa kondisi struktur terlebih dahulu. Dengan begitu, bagian yang masih layak pakai tidak perlu diganti seluruhnya.
2. Biaya Ganti Genteng Rumah
Jika rangka atap masih kuat dan hanya genteng yang mengalami kerusakan, renovasi tidak harus dilakukan secara menyeluruh.
Pekerjaan biasanya mencakup pembongkaran genteng lama, pemasangan genteng baru, serta upah tenaga kerja.
Biaya ganti genteng umumnya sekitar Rp100.000-Rp200.000 per m².
Harga akhirnya dipengaruhi jenis genteng, tingkat kesulitan pemasangan, dan kondisi rangka di bawahnya.
Baca Juga: Daftar Harga Genteng Metal Pasir per Lembar Terbaru 2026, Cek Sebelum Renovasi Atap Rumah!
3. Biaya Meninggikan Atap Rumah
Meninggikan atap rumah dapat menjadi pilihan ketika pemilik ingin membuat plafon lebih tinggi, meningkatkan sirkulasi udara, atau mengubah proporsi ruang agar terasa lebih lega.
Pekerjaan ini biasanya membutuhkan pembongkaran rangka lama, pembuatan struktur baru, serta penyesuaian bagian dinding.
Karena lebih kompleks, biayanya dapat mencapai sekitar Rp500.000-Rp900.000 per m².
Contoh Perhitungan Biaya Renovasi Atap
Sebagai gambaran, rumah tipe 36 dengan luas atap sekitar 60 m² dan biaya renovasi Rp300.000 per m² membutuhkan anggaran sekitar Rp18 juta.
Sementara itu, rumah tipe 45 dengan luas atap 75 m² membutuhkan biaya renovasi atap sekitar Rp22,5 juta dengan asumsi biaya yang sama.
Untuk rumah tipe 72 dengan luas atap sekitar 100 m² dan biaya Rp350.000 per m², estimasinya mencapai Rp35 juta.
Baca Juga: Daftar Harga Genteng Jatiwangi per Biji Terbaru 2026 dan Tips Menghitung Kebutuhannya
Untuk rumah tipe 72 dengan luas atap sekitar 100 m² dan biaya
Perlu diingat, luas bangunan tidak selalu sama dengan luas atap.
Kemiringan, bentuk atap, jumlah bidang, dan teras dapat membuat luas atap lebih besar. Karena itu, lakukan pengukuran sebelum menentukan anggaran.
demikianlah estimasi biaya renovasi atap rumah dan cara menghitungnya. Semoga bermanfaat!
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








