Lompat ke konten utama

RealEstat.id

Menabung Rp50 Ribu Sehari, Tukang Bengkel ini Wujudkan Rumah Pertama Lewat KPR BTN

Menargetkan punya rumah sebelum menikah, Dwi Suryanto yang berprofesi sebagai tukang bengkel, disiplin menabung Rp50.000 per hari agar dapat mengajukan KPR di Bank BTN.
dwi suryanto tukang bengkel kpr bank btn realestat.id dok
Dwi Suryanto, seorang tukang bengkel mengajukan KPR di Bank BTN (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Batang) – Menabung secara rutin menjadi langkah pertama yang dilakukan Dwi Suryanto, seorang tukang bengkel, untuk mewujudkan impiannya memiliki rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN.

Bagi pemuda berusia 23 tahun itu, kedisiplinan menyisihkan sebagian penghasilan setiap hari merupakan bekal penting agar dapat memenuhi persyaratan pengajuan KPR sekaligus mempersiapkan kehidupan setelah menikah.

Hampir setiap hari, kecuali Ahad, Dwi memasukkan uang koin dan lembaran pecahan Rp50.000 ke dalam sebuah kaleng yang ia jadikan tempat menabung.

Rutinitas sederhana tersebut telah dijalankannya selama beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari komitmennya untuk mengumpulkan dana membeli rumah.

Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang telah bekerja di bengkel dan usaha tambal ban sejak 2021 itu kini masih tinggal bersama kedua orang tuanya.

Baca Juga: Laba Bersih BTN Melonjak 40,8% di Semester I 2026, Sentuh Angka Rp2,4 Triliun

Meski demikian, ia telah menetapkan target untuk menikah pada tahun depan dan ingin memasuki kehidupan rumah tangga dengan memiliki hunian sendiri.

Keinginan hidup mandiri setelah menikah menjadi alasan utama Dwi begitu disiplin mengelola keuangannya. Sejak mulai bekerja, ia telah menetapkan satu tujuan yang ingin diwujudkan sebelum membangun keluarga.

“Saya ingin menikah tahun depan. Dari awal saya punya target, sebelum menikah harus sudah punya rumah sendiri,” kata Dwi.

Dengan penghasilan sekitar Rp6 juta hingga Rp8 juta per bulan, Dwi memilih metode menabung yang sederhana karena pendapatannya diterima setiap hari.

Setiap hari kerja, ia menyisihkan Rp50.000 ke dalam kaleng tabungannya sebagai langkah kecil yang diyakininya akan membawanya lebih dekat pada impian memiliki rumah melalui KPR BTN.

Baca Juga: BTN Ungkap Dua Strategi Utama Penyaluran Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Dwi mengaku tidak memperoleh bantuan dari orang tuanya untuk membayar uang muka maupun biaya lain terkait pembelian rumah.

Sebelum mengajukan pembiayaan ke PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Dwi memang belum pernah mencoba mengajukan KPR di bank lain. Karena itu, keberhasilannya memperoleh KPR BTN Bersubsidi sempat membuatnya tidak percaya.

dwi suryanto kpr bank btn realestat.id dok
Bagi pemuda yang berprofesi sebagai tukang bengkel itu, kedisiplinan menyisihkan sebagian penghasilan setiap hari merupakan bekal penting agar dapat memenuhi persyaratan pengajuan KPR di BTN (Foto: Istimewa)

“Saya tidak menyangka. Saya bekerja hanya sebagai tukang bengkel dan tambal ban, tetapi ternyata bisa mengajukan KPR di BTN,” tuturnya.

Bagi Dwi, keputusan mengambil KPR harus diikuti dengan kesiapan memenuhi kewajiban dalam jangka panjang.

Kebiasaan menyisihkan penghasilan setiap hari akan terus ia pertahankan agar cicilan rumah dapat dibayar tepat waktu.

Baca Juga: Gelar Lelang Akbar 2026, BTN Tawarkan 10.000 Properti Second dengan Bunga KPR 5%

“Menurut saya, mencicil sudah menjadi tanggung jawab sejak pertama memutuskan mengambil KPR. Jadi, saya harus tetap semangat dan disiplin membayarnya,” katanya.

Rumah tersebut nantinya akan digunakan sebagai tempat tinggal setelah Dwi menikah. Ia tidak berencana menjadikannya sebagai lokasi usaha bengkel ataupun tambal ban.

Bagi Dwi, rumah bukan hanya aset, melainkan fondasi untuk memulai masa depan secara lebih mandiri. Ia pun memiliki pesan bagi anak muda seusianya agar mulai menentukan prioritas keuangan sejak dini.

Dia mengatakan, untuk pemuda seusianya, lebih baik menabung daripada terlalu sering nongkrong dan hanya mengikuti gengsi karena itu tidak akan memberikan hasil untuk masa depan.

“Rumah yang kita cicil nantinya akan menjadi milik kita, daripada terus mengeluarkan uang untuk membayar kontrakan atau apartemen,” ujarnya.

Baca Juga: Capai 74%, BTN dan BSN Kuasai Penyaluran KPR FLPP Nasional di Semester I 2026

Akad Massal Rumah Subsidi

Dwi Suryanto menjadi salah satu dari 30.203 debitur BTN yang mengikuti Akad Massal KPR Rumah Subsidi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada 30 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, BTN menjadi bank dengan jumlah peserta terbesar.

Secara nasional, akad massal yang diselenggarakan BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tersebut melibatkan 62.710 debitur KPR Sejahtera FLPP.

Sebanyak 200 debitur hadir secara langsung, sedangkan 62.510 peserta lainnya mengikuti secara daring dari berbagai daerah.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu mengatakan, keberhasilan Dwi mendapat rumah pertama menunjukkan bahwa akses terbuka lebar bagi pekerja harian maupun sektor informal, sepanjang memiliki kemampuan membayar dan disiplin mengelola keuangan.

Kisah Dwi, tuturnya, menunjukkan bahwa rumah pertama dapat dipersiapkan sejak usia muda melalui tujuan yang jelas, kebiasaan menabung, dan pengelolaan penghasilan yang disiplin.

Baca Juga: BP Tapera Siapkan Akad Massal 62.000 KPR Sejahtera FLPP di Batang, Presiden Prabowo Hadir

“BTN ingin memastikan pekerja formal maupun informal yang memiliki kemampuan membayar memperoleh kesempatan yang sama untuk memiliki rumah,” ungkapnya.

Menurut Nixon LP Napitupulu, pencapaian BTN dalam akad massal tersebut juga tidak terlepas dari dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kolaborasi ekosistem perumahan nasional.

Sinergi antara pemerintah, BP Tapera, BTN, pengembang, dan pelaku usaha diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat terhubung dengan pembiayaan serta pasokan rumah yang sesuai.

“Dukungan Danantara memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam ekosistem perumahan. Melalui sinergi tersebut, BTN dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan hunian yang layak dan terjangkau,” katanya.

Kolaborasi tersebut sejalan dengan nilai Danantara Indonesia dalam mendorong sinergi, inklusivitas, dan penciptaan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: BTN Gandeng KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD, Harga Mulai Rp500 Jutaan

Dalam ekosistem itu, BTN menjalankan perannya sebagai penyedia pembiayaan dan layanan perumahan, sementara dukungan lintas pemangku kepentingan memperkuat keterhubungan antara sisi permintaan dan penyediaan rumah.

Melalui KPR BTN Bersubsidi, BTN terus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dari berbagai profesi dengan tetap memperhatikan kemampuan membayar, kelengkapan persyaratan, dan prinsip kehati-hatian.

BTN juga memperkuat ekosistem perumahan melalui pembiayaan pada sisi pasokan serta layanan digital balé Properti, yang membantu masyarakat mencari pilihan hunian, memperoleh informasi harga dan lokasi, melakukan simulasi cicilan, hingga mengakses proses pengajuan KPR.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar memperbesar jumlah akad, tetapi memastikan semakin banyak masyarakat seperti Dwi dapat memperoleh rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialnya,” pungkas Nixon.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait