Lompat ke konten utama

RealEstat.id

Hunian Premium Dekat MRT Jadi Primadona, Coliving Premium Rukita di Cipete Full Booked

Salah satu daya tarik utama Rukita Deluxe Nismara Abdul Majid adalah tipe Flat Residence seluas 25,1 meter persegi yang dirancang menyerupai apartemen studio.
interior coliving Rukita Deluxe Nismara Abdul Majid realestat.id dok
Interior apartemen coliving Rukita Deluxe Nismara Abdul Majid. (Foto: Dok. Rukita)

RealEstat.id (Jakarta) – Sebuah bangunan berdesain modern di Jalan Abdul Majid Raya, Cipete, Jakarta Selatan, belakangan mencuri perhatian masyarakat.

Fasad bergaya minimalis dengan dominasi warna cokelat dan putih membuat banyak orang mengira bangunan tersebut merupakan butik hotel atau serviced apartment.

Namun, bangunan itu ternyata merupakan Rukita Deluxe Nismara Abdul Majid, hunian coliving premium terbaru dari Rukita yang menyasar profesional muda dan masyarakat urban.

Menariknya, meski menawarkan tarif sewa mulai dari Rp6,3 juta hingga Rp8 juta per bulan, seluruh unit di Rukita Deluxe Nismara Abdul Majid telah tersewa penuh hanya dalam waktu 30 hari sejak resmi beroperasi.

Baca Juga: Mahasiswa Kini Cari Kost Kurang dari Sebulan, Harga Rp2 Juta Jadi Favorit: Riset Cove

Tingginya tingkat okupansi tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap hunian premium di lokasi strategis masih sangat kuat.

Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi industri properti, khususnya segmen coliving premium. Di tengah dinamika ekonomi dan perlambatan daya beli di sejumlah sektor, pasar hunian yang mengedepankan kualitas hidup, kenyamanan, dan akses transportasi tetap memiliki prospek yang menjanjikan.

Profesional muda, eksekutif, hingga pelaku usaha dinilai masih memiliki daya beli yang kuat untuk mendapatkan tempat tinggal yang mendukung mobilitas sekaligus gaya hidup modern.

Salah satu daya tarik utama Rukita Deluxe Nismara Abdul Majid adalah tipe Flat Residence seluas 25,1 meter persegi yang dirancang menyerupai apartemen studio.

Baca Juga: Kota Deltamas Rilis Cluster de Silva, Hunian Co-Living dengan Harga Rp500 Jutaan

Setiap unit telah dilengkapi dapur pribadi dengan kulkas, microwave, dan coffee maker, serta ruang tamu di dalam kamar sehingga memberikan privasi lebih bagi penghuni.

VP of Marketing Rukita, Lika Aprilia Samiadi mengatakan, saat ini masyarakat urban tidak hanya mencari tempat tinggal yang strategis, tetapi juga ruang hidup yang memberikan kenyamanan ekstra dan privasi tinggi.

“Tren flat residence di dalam hunian coliving menjadi jawaban bagi mereka yang menginginkan fleksibilitas coliving namun dengan fasilitas layaknya apartemen pribadi,” ujarnya.

Selain unit yang lengkap, penghuni juga dapat menikmati berbagai fasilitas penunjang seperti rooftop dengan pemandangan kota, area komunal, dapur bersama, lift, area parkir yang luas, serta layanan all-in berupa kamar berperabot lengkap, AC, Wi-Fi privat, kamar mandi dalam dengan water heater, laundry, dan room cleaning berkala.

Baca Juga: Tawarkan Sensasi Co-Living, Cove Gelar Open House: ‘Coveuphoria’

Di lantai dasar juga tersedia area komersial yang menghadirkan tenant kuliner sehingga semakin menunjang kebutuhan penghuni.

Keunggulan lainnya terletak pada lokasi yang sangat strategis. Berada di Jalan Abdul Majid Raya No. 19, Kebayoran Baru, hunian ini hanya berjarak sekitar 300 meter atau dua menit berjalan kaki dari Stasiun MRT Haji Nawi.

Akses tersebut memudahkan penghuni menuju kawasan bisnis SCBD, Sudirman, Thamrin, hingga koridor TB Simatupang tanpa harus menghadapi kemacetan.

Di sisi lain, lingkungan Cipete yang relatif tenang menawarkan suasana tinggal yang nyaman di tengah hiruk pikuk ibu kota.

Rukita Deluxe Nismara Abdul Majid juga menjadi contoh transformasi aset properti melalui layanan Rukita Build to Rent (BTR).

Baca Juga: Lippo Karawaci Hadirkan Co-Living Mahasiswa Pertama di Asia Tenggara

Bangunan lama yang sebelumnya tidak produktif dibangun kembali menjadi hunian premium melalui pengelolaan end-to-end, mulai dari studi kelayakan, perencanaan finansial, hingga desain arsitektur dan interior yang disesuaikan dengan kebutuhan pemilik.

Seluruh proses pembangunan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 18 bulan dengan tetap mengedepankan efisiensi anggaran serta penerapan konsep ramah lingkungan melalui area hijau dan pencahayaan alami.

Keberhasilan proyek ini menunjukkan bahwa pengembangan properti dengan konsep coliving premium masih memiliki peluang besar di Jakarta, terutama di kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik.

Dengan kombinasi lokasi strategis, fasilitas lengkap, dan layanan profesional, model hunian seperti ini dinilai semakin relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang mengutamakan kenyamanan, efisiensi, dan kualitas hidup.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait