RealEstat.id

Bumi Serpong Damai (BSDE) Raih Pendapatan Usaha Rp2,37 Triliun di Kuartal I 2026

Kinerja di Kuartal I 2026 memperlihatkan kemampuan BSDE dalam menjaga kualitas pendapatan usaha melalui diversifikasi sumber pendapatan.

kawasan bsd city pt bumi serpong damai tbk bsde realestat.id dok kuartal i ii iii iv 2026 2027
Kawasan BSD City (Foto: Dok. bsdcity.com)

RealEstat.id (Tangerang) – PT Bumi Serpong Damai Tbk (IDX: BSDE) bagian dari kelompok usaha Sinar Mas Land, sukses mencatatkan pendapatan usaha Rp2,37 triliun di Kuartal I 2026.

Pencapaian ini didukung oleh peningkatan pendapatan penjualan (development revenue) dari segmen komersial, serta pendapatan berulang (recurring revenue) yang kian menunjukkan tren positif.

Sepanjang Kuartal I 2026, BSDE juga membukukan laba kotor mencapai Rp1,58 triliun, di mana marjin laba kotor meningkat menjadi 67%, dibandingkan angka 63% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, BSDE juga berhasil meningkatkan marjin laba usaha menjadi 24% dari tahun sebelumnya sebesar 22%, yang mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga efisiensi operasional melalui pengendalian biaya umum dan administrasi.

Baca Juga: Bumi Serpong Damai (BSDE) Umumkan Pengurus Baru, Muktar Widjaja dan Michael Widjaja Mundur

Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Wijaya mengungkapkan, kinerja awal tahun menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang tetap solid dengan komposisi pendapatan yang semakin seimbang.

Menurutnya, kinerja di Kuartal I 2026 memperlihatkan kemampuan BSDE dalam menjaga kualitas pendapatan usaha melalui diversifikasi sumber pendapatan.

“Pertumbuhan pendapatan penjualan pada segmen komersial, serta pendapatan berulang berhasil memberikan penopang terhadap kinerja BSDE,” tutur ujar Hermawan Wijaya.

Kontribusi terbesar Pendapatan Usaha masih berasal dari pendapatan penjualan (development revenue) yang mencapai sekitar 80% dari total Pendapatan Usaha, sementara 20% lainnya berasal dari pendapatan berulang (recurring revenue) yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Pendapatan penjualan (development revenue) dari segmen komersial meningkat 14% secara tahunan (yoy) menjadi Rp743 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp650 miliar.

Baca Juga: Bumi Serpong Damai (BSDE) Cetak Prapenjualan Rp2,54 Triliun di Kuartal I 2026, Segmen Residensial Mendominasi

Pencapaian ini berasal dari pengakuan penjualan ruko seperti West Village, Delrey Business Townhouse dan Cascade Studio Loft di BSD City.

Di sisi lain, pendapatan berulang (recurring revenue) tumbuh 20% (yoy) menjadi Rp481 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp402 miliar.

“Ini didukung oleh peningkatan pendapatan sewa, pengelolaan gedung, telekomunikasi, hotel, arena rekreasi serta jalan tol,” jelas Hermawan.

Pendapatan sewa sendiri meningkat 22% menjadi Rp283 miliar, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp233 miliar.

Pertumbuhan berasal dari penyewaan ruang kantor maupun pusat perbelanjaan. BSDE saat ini mengelola area perkantoran di bilangan Thamrin dan Sudirman termasuk BSD Green Office Park dan Digital Hub di BSD City, serta mengelola area ritel di DP Mall Semarang, Aeon Mall Southgate, serta The Breeze dan Q-Biq di BSD City.

Baca Juga: Bumi Serpong Damai (BSDE) Raih Penghargaan Fortune Indonesia – Change the World 2026 Berkat Inisiatif ESG Berkelanjutan

Sepanjang Kuartal I 2026, jumlah aset BSDE meningkat menjadi Rp80,13 triliun, naik sekitar 1% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp79,27 triliun, dengan posisi Kas dan setara kas mencapai Rp9,76 triliun.

BSDE juga mencatat persediaan sebesar Rp18,67 triliun, serta didukung oleh land bank yang tetap menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Struktur permodalan juga tetap berada pada level yang sehat dengan Gross Debt-to-Equity sebesar 33% dan Net Debt-to-Equity Ratio (DER) sebesar 11,7%, memberikan ruang yang memadai bagi BSDE untuk mendukung ekspansi usaha di masa mendatang.

Selain itu, BSDE mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp1,84 triliun, yang sebagian besar digunakan untuk akuisisi lahan senilai Rp1,45 triliun sebagai bagian dari strategi memperkuat pipeline pengembangan proyek-proyek masa depan.

Baca Juga: Bumi Serpong Damai (BSDE) Targetkan Prapenjualan Rp10 Triliun di 2026, BSD City Masih Jadi Andalan

Bumi Serpong Damai tetap optimistis terhadap prospek industri properti nasional yang didukung oleh kebutuhan hunian yang masih tinggi, pertumbuhan kawasan terpadu, serta kontribusi pendapatan berulang yang semakin kuat.

Menurut Hermawan, pihaknya percaya bahwa fundamental yang kuat, didukung oleh cadangan lahan strategis, proyek-proyek unggulan, serta kontribusi pendapatan berulang yang terus meningkat.

“Semua ini akan menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan usaha secara berkesinambungan,” katanya, menambahkan.

Hermawan mengatakan, ke depan BSDE akan terus mengedepankan inovasi, efisiensi operasional dan pengembangan kawasan terpadu yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan, investor, serta seluruh pemangku kepentingan.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait