RealEstat.id (Surabaya) – Sejak awal 1990-an, minat masyarakat Indonesia terhadap Feng Shui mengalami peningkatan yang signifikan.
Kondisi ini ditandai dengan maraknya penerbitan buku-buku feng shui terjemahan yang mendapat sambutan antusias dari para pembaca.
Salah satu nama yang paling dikenal adalah Lillian Too, pakar Feng Shui asal Malaysia yang telah menulis lebih dari 60 buku dan diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia.
Popularitasnya menjadikan Lillian Too sebagai salah satu penulis Feng Shui paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan ilmu tersebut.
Baca Juga: Feng Shui Tahun Kuda Api 2026: Peruntungan dan Bisnis yang Paling Menjanjikan
Banyak praktisi dan penggemar Feng Shui di Indonesia menjadikan karya-karya Lillian Too sebagai referensi utama.
Namun, dalam sejumlah pembahasannya, terutama terkait konsep facing (arah hadap) dan location atau position (posisi), sering kali tidak dijelaskan secara tegas perbedaannya.
Akibatnya, tidak sedikit pembaca yang mengalami kebingungan dalam memahami maupun menerapkan prinsip-prinsip Feng Shui secara tepat.
Tulisan ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai perbedaan antara arah hadap dan posisi dalam feng shui, khususnya dalam penerapan metode BaZhai atau yang juga dikenal sebagai PaKua LuoShu.
Baca Juga: Bukan Klenik, Ilmu Feng Shui Berdasarkan Logika. Seperti Apa?
Mengenal Angka Gua dalam Metode Ba Zhai
Metode BaZhai (8 gedung) membagi delapan arah mata angin menjadi empat arah yang dianggap membawa energi positif dan empat arah yang dinilai kurang menguntungkan bagi setiap individu.
Penentuan arah tersebut didasarkan pada Angka Gua (Kua) seseorang yang dihitung berdasarkan tahun kelahiran.
Secara umum, rumus yang digunakan adalah:
Pria: 10 – X = Angka Gua
Wanita: 5 + X = Angka Gua
X merupakan hasil penjumlahan digit tahun kelahiran hingga menjadi satu angka tunggal.
Berikut ini contoh penggunaannya:
Angka Gua untuk pria kelahiran tahun 1968?
Rumus Pria: 10 – X
= 10 – (6+8)
= 10 – (14 ➔ 1 + 4 ➔ 5)
= 10 – 5 = 5
Gua = 5.
Angka Gua untuk wanita kelahiran tahun 1973?
Rumus Wanita: 5 + (7+3)
= 5 + (10 ➔ 1 + 0 ➔ 1)
= 5 + 1 = 6
Gua = 6.
Baca Juga: Mau Kaya Raya dan Makmur, Singkirkan 7 Hal Ini Dari Rumah: Tips Feng Shui
Dalam sistem BaZhai dikenal delapan jenis Gua, yaitu 1 (Kan), 2 (Kun), 3 (Chen), 4 (Xun), 6 (Qian), 7 (Dui), 8 (Gen), dan 9 (Li).
Tidak terdapat Gua 5 dalam sistem ini. Apabila hasil perhitungan menunjukkan angka 5, maka untuk pria dikonversi menjadi Gua 2 (Kun), sedangkan untuk wanita menjadi Gua 8 (Gen).
Meski terdiri atas delapan Gua, seluruhnya dikelompokkan ke dalam dua kategori besar, yakni Kelompok Timur dan Kelompok Barat.
Kelompok Timur memiliki arah baik di Utara, Selatan, Timur, dan Tenggara. Sementara Kelompok Barat memperoleh arah baik di Barat, Barat Laut, Barat Daya, dan Timur Laut.
Dalam Feng Shui BaZhai, setiap arah baik memiliki tingkatan pengaruh yang berbeda. Urutan terbaik hingga yang paling rendah adalah Sheng Qi yang melambangkan kemakmuran, Tian Yi yang berkaitan dengan kesehatan, Yan Nian yang mencerminkan keharmonisan dan umur panjang, serta Fu Wei yang mendukung perkembangan dan kemajuan pribadi.
Baca Juga: Feng Shui Pohon di Depan Rumah, Baik atau Buruk? Ini Penjelasannya
Sebaliknya, terdapat pula empat arah yang dianggap kurang menguntungkan, yaitu Huo Hai yang diasosiasikan dengan kesialan, Wu Gui yang berkaitan dengan konflik, Liu Sha yang berhubungan dengan gangguan kesehatan, serta Jue Ming yang melambangkan hambatan besar atau bencana.
Setiap Angka Gua juga memiliki hubungan dengan salah satu unsur dalam teori Lima Elemen (Wu Xing), yaitu: Gua 1 (Air), Gua 2 (Tanah), Gua 3 (Kayu), Gua 4 (Kayu), Gua 6 (Logam), Gua 7 (Logam), Gua 8 (Tanah), dan Gua 9 (Api). Susunan tersebut mengikuti struktur Kotak Luo Shu, yang menjadi dasar dalam sistem Ba Zhai.
Perbedaan Penting Posisi dan Arah Hadap dalam Feng Shui
Salah satu hal yang sering disalahpahami dalam Feng Shui adalah perbedaan antara posisi (location) dan arah hadap (facing).
Posisi mengacu pada lokasi atau sektor tertentu dalam kompas, sedangkan arah hadap mengacu pada arah yang dituju oleh seseorang atau bangunan.
Baca Juga: Penting! 9 Aturan Feng Shui Cermin di Interior Rumah

Dalam sistem Luo Shu, posisi setiap elemen berada pada sektor tetap:
• Api (Li Gua 9) berada di sektor Selatan.
• Air (Kan Gua 1) berada di sektor Utara.
• Kayu (Zhen Gua 3) berada di sektor Timur.
• Kayu (Xun Gua 4) berada di sektor Tenggara.
• Logam (Qian Gua 6) berada di sektor Barat Laut.
• Logam (Dui Gua 7) berada di sektor Barat.
• Tanah (Gen Gua 8) berada di sektor Timur Laut.
• Tanah (Kun Gua 2) berada di sektor Barat Daya.
Dengan demikian, posisi menunjukkan letak sektor dalam denah atau bangunan, sedangkan arah hadap menunjukkan orientasi seseorang atau bangunan terhadap mata angin.
Banyak praktisi Feng Shui berpendapat bahwa posisi atau lokasi memiliki pengaruh yang lebih mendasar dibandingkan arah hadap. Karena itu, analisis sektor dalam bangunan sering menjadi langkah pertama sebelum menentukan orientasi yang ideal.
Selain manusia memiliki Angka Gua, bangunan juga memiliki Gua yang dapat disesuaikan dengan penghuninya. Dalam praktik Ba Zhai, setiap Gua memiliki orientasi sandaran dan arah hadap yang dianggap ideal.
Baca Juga: 5 Penyebab Lingkungan Rumah yang Buruk Berdasarkan Feng Shui
• Gua 1 (Kan): sandar Utara, menghadap Selatan.
• Gua 2 (Kun): sandar Barat Daya, menghadap Timur Laut.
• Gua 3 (Zhen): sandar Timur, menghadap Barat.
• Gua 4 (Xun): sandar Tenggara, menghadap Barat Laut.
• Gua 6 (Qian): sandar Barat Laut, menghadap Tenggara.
• Gua 7 (Dui): sandar Barat, menghadap Timur.
• Gua 8 (Gen): sandar Timur Laut, menghadap Barat Daya.
• Gua 9 (Li): sandar Selatan, menghadap Utara.
Prinsip ini umum diterapkan dalam penempatan tempat tidur maupun posisi duduk saat bekerja. Dalam praktiknya, kepala tempat tidur atau sandaran kursi ditempatkan pada arah yang menguntungkan, sementara pandangan menghadap ke arah yang menjadi pasangan orientasinya.
Memahami perbedaan antara posisi dan arah hadap merupakan langkah penting dalam menerapkan Feng Shui Ba Zhai secara tepat.
Kesalahan dalam membedakan kedua konsep tersebut dapat menyebabkan interpretasi yang keliru terhadap tata letak ruang maupun orientasi bangunan yang sebenarnya menjadi fondasi utama dalam analisis Feng Shui.
Artikel ini ditulis oleh Dr. Mauro Rahardjo dan Lelyana Rahardjo.
Penulis adalah pendiri Feng Shui School Indonesia. Pasangan suami-istri yang tinggal di Surabaya ini merupakan penulis artikel feng shui untuk RealEstat.id.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








