RealEstat.id (Jakarta) – Pemilihan material bangunan bebas timbal (lead-free) menjadi kunci untuk menciptakan hunian sehat dan berkelanjutan.
Dalam perspektif arsitektur modern, hunian bukan sekadar tempat berlindung saja. Melainkan juga turut memengaruhi kualitas hidup penghuninya.
Mulai dari pencahayaan alami, sirkulasi udara, hingga penggunaan material bangunan. Semuanya berperan penting dalam menciptakan desain arsitektur yang sehat.
Arsitek dan Urban Designer dari KIND Architects, Adjie Negara menegaskan bahwa setiap ruang yang terbangun tidak hanya menjadi tempat beraktivitas saja.
Baca Juga: Apa Itu Rumah Layak Huni: Pengertian, Syarat, dan Kriteria Menurut Regulasi di Indonesia
Akan tetapi juga menjadi fondasi bagi lingkungan hidup yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan.
“Memilih material bangunan bebas timbal semakin relevan untuk mendukung kesehatan jangka panjang penghuni,” kata Adjie dalam diskusi Forum NGOBRAS, Rabu (08/04/2026) di Jakarta.
Ancaman bagi Anak Indonesia
Fakta mengejutkan terkait paparan bahaya timbal terjadi di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
Menurut laporan Surveilans Nasional, satu dari tujuh anak di Indonesia memiliki kadar timbal dalam darah di atas ambang batas aman, yakni 5 µg/dL.
Hal ini berdasarkan pemantauan di enam provinsi, yaitu Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Ahli Kimia dan Guru Besar Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia, Prof. Dr. Yuni Krisyuningsih Krisnandi menerangkan timbal merupakan logam berat yang penggunaannya umum dalam industri.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Cat Tembok Murah tapi Bagus Terbaik 2026, Tahan Lama dan Anti Jamur!
“Timbal dikenal sebagai salah satu logam berat yang penggunaannya cukup luas di berbagai sektor industri karena sifatnya yang stabil, mudah dibentuk, dan tahan terhadap korosi,” ujar Prof. Yuni.
Dalam industri bahan bangunan, timbal kerap terkandung dalam sejumlah produk material. Misalnya saja, cat tembok.
Bahaya Timbal pada Cat Rumah
Lapisan cat tembok yang mengandung timbal dapat terdegradasi seiring waktu dan menghasilkan debu yang berpotensi terhirup atau tertelan, terutama oleh kelompok rentan seperti ibu hamil atau anak-anak.
Paparan timbal umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba dalam jumlah besar. Melainkan secara bertahap dalam kadar kecil tapi berulang dari berbagai sumber.
Misalnya dari debu rumah, serpihan cat dinding lama, atau material tertentu di lingkungan hunian dan fasilitas publik.
Dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi mengatakan paparan timbal bersifat akumulatif. Artinya, paparan kecil namun terus-menerus tetap berbahaya dalam jangka panjang.
“Paparan timbal berdampak pada perkembangan otak pada anak sehingga dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, serta gangguan perilaku,” terang dr. Reza.
Baca Juga: 5 Tips Memilih Cat Tembok yang Tepat agar Tampilan Rumah Lebih Menawan dan Nyaman
Sementara pada orang dewasa, tambah dia, timbal dikaitkan dengan penyakit ginjal dan kardiovaskular. Risiko bahkan meningkat pada ibu hamil karena timbal dapat menembus plasen
Oleh karena itu, penting untuk memilih dan menggunakan material bangunan bebas timbal pada hunian, baik untuk dinding, lantai, pipa, maupun cat tembok.
Regulasi Cat Bebas Timbal
Kesadaran terhadap pentingnya material bangunan yang aman terus meningkat, seiring dengan berkembangnya tren arsitektur hunian berkelanjutan dan sehat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batas kandungan timbal dalam cat tidak lebih dari 90 ppm
Indonesia sendiri telah memiliki regulasi untuk memastikan keamanan material bangunan melalui Standar Nasional Indonesia (SNI)8011:2014 beserta revisinya, termasuk SNI 8011:2022.
Baca Juga: Inilah Kriteria Rumah Sehat Pasca Pandemi Menurut Kementerian PUPR
Regulasi tersebut mengatur cat dekoratif bebas timbal berbasis pelarut dan membatasi kandungan zat berbahaya.
Hunian masa depan bukan hanya soal desain estetis saja, tetapi juga tentang bagaimana ruang mampu melindungi kesehatan penghuninya.
Pemilihan material bangunan bebas timbal yang tepat juga menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas hunian yang layak dan sehat.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








