RealEstat.id (Jakarta) – Semen Merah Putih mengajak masyarakat untuk menjadikan kebiasaan memilah dan mengolah sampah sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan.
Kebiasaan memilah sampah semakin relevan di tengah tren gaya hidup sehat dan mindful living masyarakat Indonesia.
Aksi ramah lingkungan tersebut menjadi wujud nyata akan kasih sayang manusia kepada bumi.
Head of Marketing Semen Merah Putih, Nyiayu Chairunnikma mengatakan bulan suci Ramadan menjadi momen refleksi, termasuk dalam cara kita mengelola sampah rumah tangga.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama,” ujar Nyiayu melalui keterangan tertulis, Kamis (26/02/2026).
Baca Juga: Desain Rumah Nyaman dan Berkelanjutan Berpengaruh pada Kesehatan Mental
Langkah Sederhana Membawa Perubahan
Perubahan perilaku memilah dan mengelola sampah memang tidak terjadi secara instan.
Meski demikian, masyarakat bisa memulainya dari langkah sederhana seperti menerapkan sistem tiga kategori sampah di rumah.
Antara lain, organik (sisa makanan, sayur, dan buah); anorganik(sampah plastik, kertas, kaca, logam, dan pakaian bekas; serta sampah residu.
Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau pupuk cair. Demikian pula dengan sampah anorganik yang juga bisa didaur ulang menjadi barang bernilai baru.
Baca Juga: Inovasi MPTree Semen Merah Putih Terbukti 16 Kali Lebih Efektif dari Pohon untuk Dekarbonisasi
Sementara residu, seperti popok sekali pakai dan kemasan multilayer, perlu penanganan khusus.
Alih-alih menunggu sampah menumpuk, penghuni bisa menentukan satu hari khusus setiap minggu untuk merapikan dan mengelompokkan sampah, terutama anorganik.
Dengan ritme yang konsisten, aktivitas ini tidak terasa membebani dan justru menjadi bagian dari rutinitas rumah tangga.
Gunakan Prinsip “Before You Throw”
Kebiasaan menentukan jadwal rutin memilah sampah serta menerapkan prinsip “before you throw” turut membantu menekan volume limbah.
Sebelum membuang barang, sebaiknya masyarakat mempertimbangkan opsi pakai ulang, perbaikan, atau donasi.
Pola pikir ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang kini menjadi perhatian dalam sektor properti dan konstruksi berkelanjutan.
Baca Juga: Pentingnya Standar Keamanan Konstruksi untuk Bangun Masa Depan Arsitektur Berkelanjutan
Di sisi hilir, keberadaan bank sampah juga turut memperkuat ekosistem ekonomi sirkular.
Inisiatif Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, PT Cemindo Gemilang Tbk (Semen Merah Putih) menginisiasi program bank sampah SIRKULA-C.
Inisiatif industri dalam pengelolaan sampah ini menjadi ruang kolaborasi perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, termasuk Plant Bayah dan Jatiasih.
Melalui program ini, sampah organik dimanfaatkan untuk budidaya maggot dan pengomposan.
Sedangkan sampah anorganik berkalori tinggi diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif.
Baca Juga: Inovasi Material Bangunan Ramah Lingkungan Bantu Kurangi Emisi Karbon
Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, kini memiliki manfaat dan potensi baru ketika dikelola dengan tepat.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah saja, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi sirkular.
Dalam konteks bisnis, model kolaboratif seperti ini memperkuat aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi pertimbangan utama investor dan pengembang.
“Ketika satu keluarga memulai kebiasaan memilah sampah, satu lingkungan bergerak. Pada akhirnya perubahan itu berpotensi menjadi budaya yang mendukung pembangunan berkelanjutan” pungkas Nyiayu Chairunnikma.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








