RealEstat.id

Pilihan Material Rumah Anti Lembap dan Jamur di Daerah dengan Curah Hujan Tinggi

Pemilihan material anti lembap dan jamur menjadi solusi penting, terutama bagi rumah yang berada di kawasan pesisir, dataran tinggi, atau wilayah dengan intensitas hujan ekstrem.

Mengecat rooftop rumah lapisan waterproof waterproofing tahan anti lembap jamur realestat.id dok
Mengecat rooftop rumah dengan cat waterproof. (Foto: Dok. Realestat.id)

RealEstat.id (Jakarta) – Tinggal di daerah dengan curah hujan tinggi seperti sejumlah wilayah di Indonesia menuntut perhatian ekstra dalam memilih material bangunan.

Kelembapan udara yang tinggi, dinding yang mudah basah, hingga rembesan air hujan kerap menjadi pemicu utama munculnya jamur dan kerusakan struktur rumah.

Jika tidak ditangani sejak awal, kondisi ini bukan hanya mengganggu estetika, tetapi juga berdampak pada kesehatan penghuni.

Karena itu, pemilihan material anti lembap dan anti jamur menjadi solusi penting, terutama bagi rumah yang berada di kawasan pesisir, dataran tinggi, atau wilayah dengan intensitas hujan ekstrem.

Baca Juga: PVC, Gypsum, atau GRC: Apa Material Plafon yang Cocok untuk Hunian Anda?

Kelembapan berlebih biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

• Rembesan air dari atap atau dinding luar
• Ventilasi yang kurang optimal
• Material bangunan yang menyerap air
• Drainase yang buruk di sekitar rumah

Air yang meresap ke dalam pori-pori dinding akan tertahan dan menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan cat mengelupas, tembok menghitam, bahkan struktur beton melemah.

Baca Juga: Inovasi Material Bangunan Ramah Lingkungan Bantu Kurangi Emisi Karbon

Pilihan Material Rumah Anti Lembap dan Jamur

Berikut sejumlah material yang direkomendasikan untuk rumah di daerah dengan curah hujan tinggi:

1. Cat Anti Jamur dan Anti Air (Waterproof Coating)

Cat khusus eksterior dengan teknologi waterproof dan anti-fungal dirancang untuk menahan penetrasi air sekaligus mencegah pertumbuhan jamur. Lapisan ini bekerja dengan membentuk pelindung elastis pada permukaan dinding.

Kelebihan:

• Tahan terhadap hujan deras
• Menghambat pertumbuhan jamur
• Mudah diaplikasikan

Kekurangan:

• Perlu aplikasi ulang setelah beberapa tahun
• Harga relatif lebih tinggi dibanding cat biasa
• Material ini sangat cocok untuk rumah di kawasan dengan musim hujan panjang dan tingkat kelembapan tinggi.

Baca Juga: Mengupas Ekspresi Kejujuran Material Ekspos Pada Seni Arsitektur

2. Semen dan Plester Waterproof

Semen khusus waterproof mengandung bahan aditif yang membuatnya lebih kedap air dibanding semen biasa. Biasanya digunakan pada dinding luar, kamar mandi, dan area basement.

Kelebihan:

• Mengurangi risiko rembesan
• Memperkuat struktur dinding
• Tahan lama

Kekurangan:

• Biaya awal lebih mahal
• Pengerjaan harus presisi agar efektif

Material ini ideal untuk rumah yang berdiri di tanah dengan kadar air tinggi atau rawan genangan.

Baca Juga: Unik! 9 Bangunan di Dunia yang Gunakan Material dari Serat Pohon Ganja

3. Panel Dinding PVC

PVC (Polyvinyl Chloride) merupakan material sintetis yang tidak menyerap air. Panel dinding berbahan PVC banyak digunakan untuk interior karena tahan lembap dan mudah dibersihkan.

Kelebihan:

• 100% tahan air
• Anti rayap dan anti jamur
• Perawatan mudah

Kekurangan:

• Tampilan kurang natural dibanding kayu
• Kurang tahan terhadap panas berlebih

Cocok untuk area dapur, kamar mandi, atau ruangan dengan ventilasi terbatas.

Baca Juga: Harga Baja Ringan Per Batang Terbaru 2026 Berdasarkan Ketebalan dan Jenis Profil

4. Keramik dan Homogeneous Tile

Untuk lantai rumah di daerah curah hujan tinggi, penggunaan keramik atau homogeneous tile lebih direkomendasikan dibanding lantai kayu. Material ini tidak menyerap air dan lebih mudah dikeringkan.

Kelebihan:

• Tahan air
• Tidak mudah berjamur
• Perawatan sederhana

Kekurangan:

• Permukaan bisa licin jika tidak memilih tipe anti-slip
• Terasa lebih dingin

Baca Juga: Daftar Harga Genteng Jatiwangi per Biji Terbaru 2026 dan Tips Menghitung Kebutuhannya

5. Kayu Olahan Tahan Lembap

Jika tetap ingin menggunakan unsur kayu, pilih kayu olahan seperti engineered wood atau kayu yang telah melalui proses treatment anti jamur dan anti rayap.

Kelebihan:

• Tampilan natural
• Lebih stabil terhadap perubahan suhu dan kelembapan

Kekurangan:

• Harga lebih tinggi
• Tetap membutuhkan perawatan berkala

Baca Juga: Perbedaan Granit dan Marmer: Mana yang Lebih Cocok untuk Hunian Kamu?

6. Atap Metal atau Bitumen Berkualitas

Atap merupakan garis pertahanan pertama dari hujan. Material seperti atap metal berlapis zincalume atau atap bitumen mampu meminimalkan kebocoran jika pemasangannya tepat.

Material ini lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem dibanding atap konvensional yang mudah retak atau bergeser.

Tips Tambahan Agar Rumah Tidak Lembap

Selain memilih material anti lembap dan anti jamur, perhatikan juga hal berikut:

• Pastikan sistem ventilasi memadai
• Gunakan exhaust fan di area basah
• Periksa talang air secara rutin
• Buat kemiringan tanah menjauh dari bangunan
• Gunakan waterproofing pada dak beton

Kombinasi material yang tepat dan sistem sirkulasi udara yang baik akan memaksimalkan perlindungan rumah dari risiko lembap.

Baca Juga: Nuanu Resmikan Menara Tri Hita Karana, Gunakan Material Bekas Jembatan Rel Kereta

Memilih material anti lembap dan anti jamur untuk rumah di daerah curah hujan tinggi bukan sekadar soal estetika, tetapi investasi jangka panjang.

Kerusakan akibat jamur dan rembesan air bisa menimbulkan biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari.

Dengan perencanaan yang matang sejak tahap pembangunan atau renovasi, rumah akan lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, sehat bagi penghuni, serta memiliki nilai properti yang tetap terjaga.

Bagi Anda yang tinggal di wilayah dengan musim hujan panjang, kini saatnya mempertimbangkan penggunaan material yang dirancang khusus untuk menghadapi kelembapan tinggi. Rumah pun akan tetap kokoh, bersih, dan nyaman sepanjang tahun.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait