RealEstat.id (Jakarta) – Atap rumah bukan sekadar pelindung dari panas dan hujan. Pemilihan material atap rumah yang tepat sangat menentukan kenyamanan, daya tahan bangunan, hingga efisiensi biaya jangka panjang.
Di Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujan tinggi serta paparan sinar matahari sepanjang tahun, pemilihan jenis material atap rumah harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan.
Berikut ini ulasan lengkap jenis-jenis material atap rumah, kelebihan dan kekurangannya, serta rekomendasi lokasi yang paling sesuai.
Baca Juga: Daftar Harga Genteng Jatiwangi per Biji Terbaru 2026 dan Tips Menghitung Kebutuhannya
1. Genteng Tanah Liat
Genteng tanah liat merupakan salah satu material atap rumah paling populer di Indonesia. Material ini banyak digunakan pada rumah-rumah tradisional maupun modern.
Kelebihan:
• Tahan panas dan membuat suhu ruangan lebih sejuk
• Tampilan klasik dan estetis
• Umur pakai cukup panjang
Kekurangan:
• Bobot cukup berat sehingga membutuhkan rangka kuat
• Pemasangan harus rapi agar tidak mudah bocor
• Rentan retak jika kualitas rendah
Cocok untuk lokasi:
Wilayah beriklim panas seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur karena mampu meredam panas dengan baik.
Baca Juga: 5 Cara Ampuh Mengusir Kelelawar di Atap Rumah Tanpa Bahan Kimia
2. Genteng Beton
Genteng beton memiliki bentuk mirip genteng tanah liat, namun lebih presisi dan kuat.
Kelebihan:
• Lebih kuat dan tahan lama
• Variasi warna dan model lebih modern
• Tidak mudah berubah bentuk
Kekurangan:
• Lebih berat dibanding tanah liat
• Harga relatif lebih mahal
• Membutuhkan struktur rangka yang kokoh
Cocok untuk lokasi:
Perumahan modern di kawasan perkotaan dengan struktur bangunan permanen dan kuat.
Baca Juga: Daftar Harga Genteng Keramik Per Biji Terbaru: Kelebihan, Kekurangan, dan Tips Memilihnya
3. Genteng Keramik
Genteng keramik terbuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi dan dilapisi glasur, sehingga tampilannya lebih mengilap dan modern dibanding genteng biasa. Material ini banyak digunakan pada rumah kelas menengah hingga premium.
Kelebihan:
• Warna lebih tajam dan tidak mudah pudar
• Permukaan mengilap membuat air hujan lebih cepat mengalir
• Tahan terhadap lumut dan jamur
• Daya tahan tinggi dan usia pakai panjang
• Tampilan elegan, cocok untuk desain modern maupun klasik
Kekurangan:
• Harga lebih mahal dibanding genteng tanah liat dan beton
• Bobot cukup berat sehingga membutuhkan rangka kuat
• Jika pecah, warna pengganti harus benar-benar seragam agar tidak terlihat belang
Cocok untuk lokasi:
Hunian di kawasan perkotaan atau perumahan premium dengan desain modern. Juga cocok untuk wilayah dengan curah hujan tinggi karena daya serap airnya rendah.

4. Atap Bitumen
Atap bitumen berbentuk lembaran dengan tekstur fleksibel dan banyak digunakan pada desain rumah modern.
Kelebihan:
• Ringan
• Tahan air dan angin
• Tampilan estetik
Kekurangan:
• Harga relatif tinggi
• Membutuhkan pemasangan profesional
Cocok untuk lokasi:
Wilayah dengan angin kencang atau hujan ekstrem karena daya tahan terhadap cuaca cukup baik.
Baca Juga: Harga Borong Kerja Kanopi per Meter Terbaru Berdasarkan Material dan Jenis Rangka
5. Atap Metal (Baja Ringan, Zincalume, Spandek)
Atap metal semakin populer untuk rumah minimalis dan industrial.
Kelebihan:
• Ringan sehingga tidak membebani struktur
• Tahan karat dan rayap
• Pemasangan cepat
• Minim perawatan
Kekurangan:
• Suara lebih berisik saat hujan
• Menyerap panas jika tanpa lapisan insulasi
Cocok untuk lokasi:
Wilayah rawan gempa seperti Sumatera dan Sulawesi karena bobotnya ringan. Juga cocok untuk daerah dengan curah hujan tinggi jika dilengkapi peredam suara.
Baca Juga: Daftar Harga Atap Spandek Pasir Lembar Per Meter Terbaru
6. Atap Asbes
Material ini dulu cukup populer karena harga terjangkau.
Kelebihan:
• Harga lebih terjangkau
• Ringan
• Mudah dipasang
Kekurangan:
• Kurang tahan lama
• Menyerap panas
• Berisiko bagi kesehatan jika mengandung serat asbes
Cocok untuk lokasi:
Lebih sering digunakan untuk bangunan semi permanen atau gudang, bukan untuk hunian jangka panjang.
Baca Juga: 8 Cara Mengusir Musang yang Berkeliaran di Atap Rumah, Ampuh dan Efektif!
7. Atap Polycarbonate dan Kaca
Biasanya digunakan untuk kanopi, rooftop, atau area semi terbuka.
Kelebihan:
• Transparan, memaksimalkan cahaya alami
• Ringan
• Tampilan modern
Kekurangan:
• Kurang efektif menahan panas
• Harga cukup mahal untuk kualitas premium
Cocok untuk lokasi:
Area tambahan seperti teras rumah di perkotaan atau hunian modern yang mengusung konsep pencahayaan alami.
Baca Juga: Miliki Banyak Kelebihan, Atap UPVC Cocok Digunakan di Negara Tropis
Tips Memilih Jenis Material Atap Rumah yang Tepat
1. Sesuaikan dengan iklim daerah (panas, hujan, atau rawan gempa).
2. Perhitungkan kekuatan struktur bangunan.
3. Pertimbangkan anggaran jangka panjang, bukan hanya harga awal.
4. Pilih material atap rumah yang memiliki garansi resmi dan kualitas teruji.
Setiap jenis material atap rumah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk wilayah tropis seperti Indonesia, material yang mampu meredam panas dan tahan hujan lebat menjadi pilihan utama. Sementara di daerah rawan gempa, atap ringan seperti metal lebih direkomendasikan.
Dengan memahami karakteristik setiap material atap rumah, Anda dapat menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan hunian dan kondisi lokasi.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








