RealEstat.id

Ekspansi Korporasi Dorong Pasar Properti Jakarta di 2026, Ritel dan Hotel Ikut Terkerek

Prospek properti Jakarta 2026 diprediksi tumbuh solid. Okupansi perkantoran 76%, logistik 95%, dan ritel tetap kuat.

Pasar properti Jakarta 2026-RealEstat.id
Ilustras pasar properti Jakarta 2026. (Gambar: RealEstat.id)

RealEstat.id (Jakarta) – Pasar properti Jakarta pada tahun 2026 diproyeksikan tumbuh dengan solid.

Momentum positif dari kuartal sebelumnya diperkirakan berlanjut, didorong ekspansi korporasi, stabilitas ekonomi nasional, serta perubahan preferensi penyewa dan konsumen urban.

Laporan prospek pasar terbaru CBRE Indonesia menunjukkan bahwa sektor perkantoran, industri dan logistik mengalami perkembangan.

Begitu pula dengan sektor ritel, hingga perhotelan yang tetap mencatatkan permintaan berkelanjutan dalam jangka pendek hingga menengah.

Kinerja Sektor Perkantoran

Di sektor perkantoran, kawasan CBD Jakarta mencatat tingkat okupansi sekitar 76% pada akhir 2025.

Peningkatan ini dipicu relokasi kantor dan ekspansi penyewa ke gedung berkualitas lebih tinggi.

Sementara itu, kawasan non-CBD juga menunjukkan tren positif dengan okupansi mencapai 74%.

Permintaan stabil datang dari sektor manufaktur, energi, teknologi, dan jasa.

CBRE memperkirakan tren ini berlanjut sepanjang 2026, terutama dari penyewa existing dan perusahaan baru yang melakukan ekspansi.

“Kami memperkirakan ekspansi korporasi akan mendukung permintaan pada sektor perkantoran dan industri/logistik,” jelas Managing Director CBRE Advisory Indonesia, Angela Wibawa, Rabu (11/02/2026).

Sektor Industri dan Logistik jadi Primadona

Prospek pasar properti Jakarta 2026-RealEstat.id
Tim CBRE Indonesia. (Sumber: Istimewa)

Laporan CBRE Indonesia 2026 ini juga mencatat sektor industri dan logistik tetap menjadi primadona.

Penyerapan lahan industri tercatat sekitar 218 hektar sepanjang tahun 2025.

Hal ini mencerminkan tingginya aktivitas investasi di bidang manufaktur, kendaraan listrik, e-commerce, dan FMCG.

Tingkat okupansi pusat logistik modern bahkan mencapai sekitar 95% pada akhir 2025.

Keterbatasan pasokan membuat harga lahan industri dan tarif sewa tetap stabil, meski tekanan kenaikan mulai terlihat akibat tingginya permintaan.

Tren Ritel Jakarta 2025

Di sektor ritel, CBRE mencatat bahwa pasar tetap tumbuh stabil sepanjang tahun 2025, dengan tingkat okupansi tetap tinggi di atas 85% di semua kategori.

Mal kelas atas memimpin dengan okupansi sekitar 95%, didukung portofolio merek premium dan inovasi konsep seperti pop-up store serta zona gaya hidup tematik.

Pertumbuhan pariwisata dan peningkatan kedatangan wisatawan juga diperkirakan mendorong tingkat hunian hotel di Jakarta pada 2026.

Stabilitas Ekonomi jadi Fondasi

Dari sisi makro, Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, menekankan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia menjadi fondasi utama optimisme tersebut.

Dalam lima tahun terakhir, Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan PDB rata-rata sekitar 5% per tahun dan diproyeksikan berlanjut hingga 2028.

Bahkan, pemerintah menargetkan pertumbuhan 6–8% pada tahun 2029 mendatang.

“Stabilitas ini bukan sekadar angka, melainkan landasan bagi keputusan ekspansi multinasional maupun strategi investasi domestik,” ujar Anton.

Secara regional, pasar properti Asia Pasifik diprediksi kembali mencatatkan kinerja kuat, dengan Indonesia tetap menjadi destinasi menarik bagi investor asing.

Indonesia dinilai memiliki fundamental kuat untuk menjaga pertumbuhan properti dalam beberapa tahun ke depan.

Redaksi@realestat.id

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait