RealEstat.id

Kementerian PKP Bangun 8 Lantai Rusun Prajurit Kopassus di Solo

Di tahap awal, alokasi pembangunan Rusun Kopassus di Solo disiapkan sebesar Rp13 miliar untuk pembangunan tiga lantai pertama.

Kementerian PKP Rusun Kopassus Solo realestat.id dok
Menteri PKP, Maruarar Sirait (kanan) saat bertemu dengan Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Letjen TNI Djon Afriandi (Foto: Dok. Kementerian PKP)

RealEstat.id (Jakarta) – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah mempersiapkan pembangunan rumah susun (Rusun) bagi prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang akan berlokasi di Solo, Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan Menteri PKP, Maruarar Sirait usai melakukan pertemuan dengan Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi, Senin (9/2/2026).

Pada kesempatan tersebut, Menteri PKP mengatakan bahwa pembangunan rusun ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit TNI, khususnya anggota Kopassus yang selama ini masih mengalami kekurangan unit rumah dinas.

Baca Juga: Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Rusun ASN dan TNI/Polri di IKN

“Kami baru saja membicarakan persiapan untuk pembangunan rusun bagi prajurit TNI AD—khususnya Kopassus—di Solo, tahun ini. Hal ini sesuai dengan aspirasi dari beliau dan juga sudah saya diskusikan dengan Panglima TNI,” ungkap Maruarar.

Lebih lanjut, Menteri PKP menjelaskan bahwa program Tapera dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) akan diarahkan untuk turut mendukung pembiayaan dan semangat gotong royong dalam penyediaan hunian layak bagi para prajurit.

Menurut Ara—sapaan akrab Maruarar Sirait—proyek pembangunan rusun Kopassus di Solo akan menggunakan pendanaan dari APBN.

Saat ini, alokasi awal yang disiapkan sebesar Rp13 miliar untuk pembangunan tiga lantai pertama, dan akan dilanjutkan dengan mekanisme multi years contract (MYC) setelah dilakukan perhitungan kebutuhan secara menyeluruh.

Baca Juga: Kementerian PUPR Bangun 3 Rusun ASN dan TNI di DOB Papua Barat Daya

Sementara itu, Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Letjen TNI Djon Afriandi menjelaskan bahwa saat ini terdapat kekurangan sekitar 67 unit rumah bagi prajurit di wilayah Solo.

Untuk itu, imbuhnya, pembangunan akan difokuskan pada satu tower rumah susun delapan lantai agar kebutuhan tersebut dapat segera terpenuhi.

“Di Solo masih ada kekurangan sekitar 67 rumah. Karena itu kami didukung untuk membangun satu tower delapan lantai agar kebutuhan prajurit bisa terpenuhi,” kata Letjen TNI Djon Afriandi.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait