RealEstat.id (Jakarta) – Waspadai bahaya sengatan listrik saat banjir. Simak tips dan langkah proteksi instalasi listrik rumah dan solusi keamanan hunian agar tetap aman di musim hujan.
Musim hujan kerap membawa konsekuensi serius bagi kawasan permukiman, mulai dari genangan air hingga banjir.
Terdapat risiko tersembunyi dari bencana banjir yang sering luput dari perhatian penghuni rumah, yakni bahaya sengatan listrik.
Kondisi lingkungan yang lembap dan tergenang air saat musim hujan dapat menjadi media penghantar arus listrik, terutama bila instalasi dan perangkat kelistrikan tidak terlindungi secara optimal.
Baca Juga: 220 Volt Berapa Watt? Begini Panduan Cara Menghitung Daya dan Biaya Listrik Rumah
Bagi penghuni rumah tapak maupun apartemen, pemahaman tentang keselamatan listrik menjadi aspek krusial dalam menjaga keamanan hunian, khususnya saat banjir melanda.
Tips Menjaga Bahaya Sengatan Listrik Saat Banjir
1. Matikan Aliran Listrik
Saat air mulai memasuki rumah, langkah paling aman adalah memutus aliran listrik dari panel utama.
Tindakan ini mencegah arus listrik menyebar melalui genangan air atau benda konduktif di dalam rumah.
Apabila panel listrik sudah terendam atau sulit dijangkau, penghuni disarankan tidak memaksakan diri dan menunggu bantuan petugas berwenang.
2. Hindari Kontak dengan Peralatan Listrik
Peralatan listrik dan elektronik yang terkena banjir berpotensi masih menyimpan arus atau mengalami kerusakan pada lapisan isolasi kabel.
Hindari menyentuh stop kontak atau kabel yang masih basah, serta pastikan tangan dalam kondisi kering saat beraktivitas di sekitar instalasi listrik.
Menyentuh atau menyalakannya kembali tanpa pemeriksaan dapat meningkatkan risiko sengatan listrik.
3. Pemeriksaan Instalasi Pasca Banjir
Setelah banjir surut, pemeriksaan instalasi listrik menjadi langkah penting sebelum aliran listrik dinyalakan kembali.
Air dapat merusak kabel, sambungan, serta komponen listrik yang tidak terlihat secara kasat mata.
Area dengan stop kontak rendah, dapur, dan ruang keluarga perlu mendapat perhatian khusus.
Cara mencegah sengatan listrik di rumah adalah dengan memeriksa instalasi oleh teknisi listrik profesional, agar memastikan tidak terjadi kebocoran arus atau korsleting.
4. Lengkapi Rumah dengan Sistem Proteksi Listrik
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, pemilik rumah dapat melengkapi aset propertinya tersebut dengan perangkat proteksi tambahan seperti Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) atau RCCB/RCBO.
RCCB rumah tinggal dirancang untuk memutus aliran listrik secara otomatis ketika terdeteksi kebocoran arus, bahkan pada tingkat yang sangat kecil.
Salah satu solusi yang tersedia di pasar adalah RCCB Domae dari Schneider Electric, yang dirancang untuk sektor hunian seperti rumah dan apartemen.
Baca Juga: Upaya Schneider Electric Edukasi Masyarakat Pentingnya Instalasi Listrik yang Aman
Produk ini tersedia dengan sensitivitas 30 mA untuk perlindungan manusia dari sengatan listrik serta 300 mA guna membantu mengurangi risiko kebakaran akibat kebocoran arus.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan menegaskan bahwa keselamatan listrik merupakan fondasi penting dalam menciptakan hunian yang aman.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik dan memastikan instalasi serta perangkat proteksi di rumah menggunakan produk kelistrikan yang asli dan berkualitas,” pungkas Martin.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








