RealEstat.id (Jakarta) – Memasuki tahun 2026, pasar perkantoran di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta menunjukkan sinyal pemulihan yang semakin terarah dan terstruktur.
Kendati tingkat pasokan ruang kantor masih relatif tinggi, pergerakan permintaan mulai menguat dengan karakter yang lebih selektif dan berorientasi kualitas.
Riset konsultan properti Knight Frank Indonesia memperlihatkan bahwa saat ini permintaan perkantoran di CBD Jakarta didorong oleh quality-driven dan sustainability-led demand.
Para penyewa semakin memprioritaskan gedung perkantoran yang memiliki sertifikasi hijau, efisiensi energi, kualitas udara dalam ruang (indoor air quality/IAQ) yang baik, serta integrasi teknologi gedung pintar.
Baca Juga: Pasar Perkantoran CBD Jakarta Terus Menunjukkan Perbaikan di 2026
“Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan sewa, seiring meningkatnya kesadaran terhadap aspek keberlanjutan dan efisiensi operasional,” jelas Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia.
Sejalan dengan itu, imbuhnya, minat terhadap gedung perkantoran ramah lingkungan bersertifikasi hijau dengan fasilitas premium terus mengalami peningkatan, khususnya di kawasan CBD.
“Tren flight to quality masih berlanjut, dengan pergeseran permintaan menuju gedung perkantoran Premium dan Grade A,” terangnya.
Knight Frank Indonesia mencatat, gedung perkantoran Grade A tercatat mampu mempertahankan tingkat hunian yang tinggi, yakni sekitar 80%, didukung oleh permintaan yang relatif stabil meskipun dinamika global masih diliputi ketidakpastian.
Baca Juga: Pasokan Bertumbuh, Green Office Perkuat Daya Saing Perkantoran CBD Jakarta
Aktivitas serapan ruang perkantoran di CBD Jakarta sepanjang periode pemulihan ini didominasi oleh strategi relocation, rightsizing, serta lease restructuring.
“Ketiga aktivitas tersebut menjadi kontributor utama dalam menyerap ruang kantor, mencerminkan upaya perusahaan untuk mengoptimalkan kebutuhan ruang kerja sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan kerja,” terang Syarifah.
Menariknya, selama lebih dari satu tahun terakhir, CBD Jakarta tidak menerima tambahan pasokan gedung perkantoran baru.
Kondisi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan rata-rata tingkat hunian, yang tercermin pada capaian kinerja pasar hingga akhir tahun 2025.
Baca Juga: Pasokan Stagnan, Strategi Rightsizing Banyak Dipakai Tenant Perkantoran di CBD Jakarta
Berdasarkan data terbaru Knight Frank Indonesia, total pasokan ruang kantor di CBD Jakarta masih berada di kisaran 7.326.495 meter persegi.
“Tingkat hunian menunjukkan tren optimistis dengan kenaikan bertahap hingga mencapai 79,3%,” ungkap Sari—sapaan akrab Syarifah Syaukat.
Sepanjang tahun 2025, tuturnya, serapan ruang tercatat sebesar 223.737 meter persegi, sementara rata-rata harga sewa mulai menguat dengan pertumbuhan sekitar 1% secara tahunan (year-on-year).
Calon penyewa potensial terutama berasal dari sektor pertambangan, teknologi informasi, perbankan, konstruksi, serta industri terkait energi.
“Adapun pasokan gedung perkantoran baru di CBD Jakarta diperkirakan baru akan kembali bertambah pada tahun 2028,” papar Sari.
Baca Juga: Tren Flight-to-Quality di Pasar Perkantoran CBD Jakarta
Sementara itu, Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip, menyampaikan bahwa ke depan pasar perkantoran di CBD Jakarta diproyeksikan bergerak menuju fase pemulihan yang lebih berkelanjutan.
“Diferensiasi aset berbasis kualitas, kinerja ESG, kapabilitas manajemen gedung, serta lingkungan dengan fasilitas dan amenitas yang lengkap akan menjadi penentu utama daya saing gedung perkantoran,” ujarnya.
Senada dengan itu, Head of Strategic Consultancy Knight Frank Indonesia, Sindiani Adinata, menegaskan bahwa di tengah proses pemulihan yang terus berlangsung, pasar saat ini tengah mengalami pergeseran menuju flight to green.
“Dengan rata-rata tingkat hunian gedung bersertifikasi hijau yang terus membaik, tren ini diharapkan dapat mendorong transisi menuju dominasi green office building di CBD Jakarta,” jelasnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








