RealEstat.id

Token Listrik Cepat Habis? Ini 7 Penyebab Utamanya yang Jarang Disadari

Faktor kenapa token listrik cepat habis bisa terjadi karena kebocoran instalasi hingga perangkat boros daya. Baca informasi lengkapnya!

Penyebab Kenapa Token Listrik Cepat Habis-RealEstat.id
Ilustrasi token listrik cepat habis pada meteran prabayar PLN. (Sumber: Disway)

RealEstat.id (Jakarta) – Banyak pengguna listrik prabayar merasa bingung kenapa token listrik cepat habis, meski baru saja mengisi. Yuk, kenali penyebab utamanya dalam pembahasan artikel ini.

Sistem listrik PLN prabayar kian diminati oleh masyarakat Indonesia,lantaran pengguna bisa lebih mudah mengatur pemakaian daya sesuai kebutuhan.

Keuntungan lainnya dari layanan prabayar PLN adalah tidak ada denda keterlambatan seperti pada listrik pascabayar.

Meski demikian, ada saja pelanggan yang merasa bahwa token listrik yang baru mereka isi, mengapa cepat habis padahal pemakaian sedikit.

Baca Juga: 3 Cara Cek Sisa Token Listrik PLN dengan Mudah dan Akurat

Mengutip laman Kompas dan beberapa sumber lainnya, ternyata ada sejumlah faktor teknis maupun kebiasaan sehari-hari yang bisa menjadi penyebabnya, lo.

Penyebab Kenapa Token Listrik Prabayar Cepat Habis

1. Kebocoran pada Instalasi Listrik

    Kesalahan pemasangan instalasi listrik atau ada bagian isolator kabel yang terkelupas dapat menyebabkan kebocoran arus.

    Ketika arus listrik mengalir di luar penghantar dan menyentuh benda konduktor seperti tembok atau rangka baja, beban listrik meningkat tanpa disadari.

    Hal ini membuat listrik cepat habis sekaligus meningkatkan risiko konsleting.

    Untuk cek kebocoran listrik token, kamu bisa menggunakan cara dengan matikan semua alat elektronik dan cabut kabelnya.

    Baca Juga: 5 Tips Cegah Kebakaran dan Sengatan Listrik Akibat Korsleting di Rumah

    Kemudian, tekan kode 44 dan tekan Enter di meteran listrik. Bila muncul angka 0 (nol) berarti aman. Tetapi jika muncul angka selain 0 (misalnya 1,2 atau angka dengan koma) maka pertanda adanya kebocoran arus listrik.

    2. Pemasangan Kabel yang Tidak Tepat

      Kabel yang rusak, tidak sesuai standar, atau berkualitas rendah dapat menimbulkan hambatan arus listrik yang menyebabkan konsumsi listrik menjadi lebih besar.

      Selain membuat pulsa listrik cepat habis, penggunaan kabel bermutu rendah juga meningkatkan potensi kebakaran akibat panas berlebih.

      Oleh karena itu, pastikan instalasi menggunakan kabel berstandar SNI dan dipasang teknisi bersertifikat.

      3. Tidak Mencabut Colokan Alat Elektronik

        Tahukah kamu, alat elektronik yang sedang tak terpakai tetapi masih terhubung ke stop kontak tetap mengonsumsi listrik, lo.

        Kebiasaan kecil ini termasuk dalam standby power atau vampire load yang dapat membuat token listrik boros dalam jangka panjang.

        Baca Juga: Beli Token Listrik 100 Ribu Dapat Berapa kWh? Ini Hitungannya

        4. Membiarkan Lampu Menyala Sepanjang Hari

          Lampu yang dibiarkan menyala saat ruangan tidak digunakan adalah penyebab klasik pemborosan listrik.

          Cara mengatasi token listrik agar tidak cepat habis adalah melakukan efisiensi dengan mematikan lampu yang tak terpakai.

          Mengganti lampu pijar dengan lampu LED juga bisa menjadi langkah tepat yang bisa kamu lakukan untuk hemat energi.

          5. Jarang Membersihkan AC

            Penghuni rumah kerap tak menyadari filter AC yang kotor membuat kompresor bekerja lebih keras karena sirkulasi udara terhambat.

            Dampak kondisi AC kotor akan membuat konsumsi daya meningkat dan menjadi salah satu faktor boros listrik di rumah.

            Baca Juga: 8 Rekomendasi Merk AC Terbaik 2025: Hemat Listrik dan Awet

            Lakukanlah pembersihan filter minimal satu bulan sekali dan servis rutin setiap 3 bulan, agar AC bekerja optimal dan lebih hemat daya.

            6. Menggunakan Pompa Air Otomatis

              Pompa air otomatis bekerja berdasarkan sensor tekanan, tetapi dalam beberapa kondisi, mesin tetap menyala meski keran telah ditutup.

              Hal ini membuat perangkat terus mengonsumsi listrik tanpa disadari.

              Kamu bisa menggunakan saklar manual atau pastikan sistem otomatis bekerja optimal agar tidak menyedot daya berlebihan.

              Baca Juga: Token Listrik 50 Ribu Dapat Berapa kWh? Cek Perhitungannya di Sini

              7. Peningkatan Pemakaian Alat Elektronik Secara Musiman

                Perubahan kebiasaan pada waktu tertentu juga dapat membuat token listrik cepat habis.

                Contohnya saat cuaca panas, penggunaan AC, kipas angin, atau kulkas ekstra biasanya meningkat.

                Kenaikan konsumsi musiman ini sering tidak disadari, tetapi berpengaruh besar terhadap cepat habisnya token listrik.

                Tips Menghemat Token Listrik

                Setelah mengetahui penyebabnya, kamu bisa memulai penghematan dengan langkah sederhana berikut ini:

                • Gunakan perangkat elektronik berlabel hemat energi.
                • Cabut colokan alat yang tidak digunakan.
                • Lakukan perawatan rutin pada AC dan perangkat lainnya.
                • Matikan lampu dan alat elektronik ketika ruangan tidak digunakan.
                • Periksa instalasi listrik secara berkala oleh teknisi resmi.

                Dengan kebiasaan yang lebih bijak, penggunaan listrik bisa lebih efisien sehingga tak membuat token listrik cepat habis.

                Semoga info ini bermanfaat untuk kamu, ya!

                Redaksi@realestat.id

                Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

                Topik

                Artikel Terkait